Selasa, 30 Mei 2023

Aksara Angkola

 NAMA MUSBAR SOLEMAN SIREGAR 

Batak Angkola 

(Surat Batak: ᯄᯞᯄ᯦᯲ ᯅᯖᯄ᯦᯲ ᯀᯰᯄ᯦ᯬᯞtransliterasiHalak Batak Angkola) merupakan salah satu kelompok etnis BatakTanah ulayat Batak Angkola berada di wilayah selatan Tapanuli, yakni meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Padang Lawas, dan sebagian Kabupaten Mandailing Natal. Suku Batak Angkola memiliki hubungan kekerabatan (tarombo) dengan marga-marga Batak Toba dan Batak Mandailing. Di samping itu, ketiganya juga saling berbagi beberapa persamaan bahasa dan budaya yang dihidupi sebagian besar masyarakatnya.

Wilayah Sebaran

Selama ini banyak orang menganggap penduduk asli Tapanuli Selatan semuanya etnis Mandailing dan sebagian Batak Toba. Anggapan ini sangat keliru. Tapanuli Selatan sebelum pemekaran wilayah menjadi Tapanuli Selatan (Ibu Kota Padang Sidempuan, kemudian Sipirok). Mandailing Natal (beribu kota Panyabungan). Sejak dahulu kala dihuni oleh penduduk asli yang terdiri dari etnis Angkola dan Mandailing.

Etnis Batak Angkola mayoritas mendiami Tapanuli Selatan sekarang, ditandai dengan dominasi marga Harahap dan Siregar. Mandailing memang mayoritas mendiami daerah Mandailing Natal yang sekarang, dengan dominasi marga Nasution dan Lubis.

Dalam sejarah Tapanuli Selatan dijelaskan, Angkola mengandung dua arti penting. Angkola bisa diartikan sebagai suatu wilayah, teritori atau daerah. Makna lain, Angkola adalah sebuah etnik berdiri sendiri dan asli di Sumatra Utara ini.

 

Angkola adalah Etnik

Jauh sebelum penjajah Belanda menjejakkan kaki di bumi persada ini, telah ada penduduk yang mendiami wilayah Angkola. Diperkirakan 9000 tahun sebelum masehi. Itulah yang dinamakan Etnik Angkola (asli Angkola, bukan pecahan atau yang memisahkan diri dari Etnik lain).

Terbukti dengan adanya kerajaan-kerajaan seperti Sabungan (di kaki Lubuk Raya), Batunadua, Sipirok/Parau Sorat, Siala Gundi, Muara Tais, Batang Toru sekitarnya, Batarawisnu, Mandalasena, dan lain-lain.

Etnik Angkola memiliki ciri tersendiri, seperti :

- Falsafah dasar “Dalihan Na Tolu”, sebagai tatanan/pandangan hidup sampai saat ini tetap dipedomani,

- Adat Istiadat Budaya,

- Pakaian Adat Tersendiri

-Kain Ulos (Abit Godang&sadun) dan kain tenun

- Bahasa dengan Aksara.  Bahasa yang kaya dengan tingkatan penggunaannya; bahasa Biasa (digunakan dalam komunikasi sehari-hari), Andung (bahasa halus), Bura (bahasa Kasar) atau yang lainnya dapat diperdalam melalui Impola ni Hata. Aksara Angkola dengan tulisan tersendiri. Jika dibaca menurut ejaan Latin adalah A, HA, MA, NA, RA, TA, I, JA, PA, U, WA, SA, DA,BA, LA, NGA, KA, CA, NYA, GA, YA (Konsonan Ina ni Surat). Dilengkapi  dengan symbol yang menandakan perubahan bunyi Vokal  E, I, O dan U serta symbol pembatas disebut Pangolat  menandakan huruf mati, misalnya NGA menjadi NG, dan lain-lainnya. Bentuk huruf/abjadnya jelas ada tersendiri lain dari aksara etnik lainnya.

- Mempunyai Kesenian dan Alat-alatnya.

- Ornamen khas.

- Tutur (adab panggilan), dalam pergaulan sehari-hari mempunyai tidak kurang dari 135 jenis Tutur/Sapaan.

- Buku Adat Budaya Angkola (lengkap) ditulis oleh Stn. Tinggibarani Siregar dan lain-lain ciri khas kebudayaannya, telah dianut secara turun temurun.

Bahasa dan Aksara Angkola dahulu dipergunakan menjadi salah satu mata pelajaran disekolah SD dan SMP/sederajat diseluruh Tapanuli Selatan, baik pelajaran Tata Bahasa (Impola ni Hata), Bahan Bacaan (Turi-turian) dan lain-lain dipergunakan adalah versi Angkola, dengan berbagai macam bahan/pedoman hidup bermasyarakat, sebagai dasar dalam berbudi pekerti.

 

Aksara Angkola

Contoh Pantun  Dalam Aksara Angkola:

1.Pantun

        Artinya:

        Barisan gajah dilembah musuh

        Semua permintaan keluarga harus dituruti

        Kalau tidak dituruti akan datang kesialan

        Kalau dituruti akan datang keuntungan







            Artinya:

            Sampai nya kapal

Sampai ketujuan

Sampai kita semua hidup

Semoga kita terberkati, sampai ke keselamatan







            Artinya:

            ayam dari pea langge

            kotek kotek mau bertelur

            kalau putus hubungan pertemanan

            lebih ngeri kehilangan ibu








Musbar_sr23


musbarsoleman@gmail.com

Minggu, 25 Desember 2022

TANDA BACA DAN PENGGUNAAN TANDA BACA

limat deklaratif. Pemberian tanda baca yang salah dapat membuat arti kalimat menjadi berbeda dengan konsep maknanya. 

2.     2. Motivasi kamu mempelajari Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca.

Motivasi saya mempelajari Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca  yang baik dan benar adalah dengan saya mempelajari Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca  maka saya akan mengetahui apa saja Tanda Baca dan bagaimana penggunaannya dalam suatu kalimat. 

3.     3. Seberapa penting Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca bagi anda dan profesi anda nantinya.

Manfaat nya ialah dengan mempelajari pengunaan Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca maka saya memahami letak Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca yang baik dan benar terhadap suatu kata atau kalimat,serta memudahkan saya sebagai mahasiwa untuk mengerjakan suatu tugas makalah ataupun skripsi supaya tanda bacanya tertera dengan baik dan benar. Dan jikalau profesi saya sebagai guru tidak lagi salah dalam menjelaskan Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca yang baik dan benar.

4.     4. Kerugian tidak mempelajari Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca.

Jikalau saya tidak mempelajari Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca  tentang letak nya secara baik dan benar di dalam dunia pendidikan dan dunia pekerjaan maka saya tidak akan mengetahui letak dan penggunaan Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca yang baik dan benar.

A. Pengertian Tanda Baca.

 

Tanda baca merupakan tanda yang dipakai dalam sistem ejaan, contohnya seperti titik, koma, titik dua. Tanda baca ini berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat di sewaktu pembacaan.






B. Fungsi Tanda Baca.



Dalam sebuah tulisan, tanda baca memiliki beberapa kegunaan atau fungsi, antara lain: 

1.      Mengatur adanya jeda ketika kita membaca suatu kalimat.

2.      Mengatur intonasi dalam pembacaan suatu kalimat.

3.      Memberikan penegasan kalimat.Contohnya seperti kalimat tanya, kalimat perintah dan lain sebagainya.

4.      Untuk menggambarkan struktur kata atau kalimat yang ada dalam sebuah tulisan.

5.      Untuk menunjukkan tata kata yang ada di dalam sebuah tulisan.

Penggunaan tanda baca ini disesuaikan dengan maksud apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Sehingga, seperti yang elo tahu, ada banyak macam-macam tanda baca dengan fungsi-fungsinya masing-masing. Contoh tanda baca antara lain, tanda baca koma, titik, tanda tanya, tanya seru, dan yang lainnya.

C. Penggunaan Tanda Baca.

        Penggunaan tanda baca tentu nggak boleh sembarangan dong, kalau sembarangan bisa-bisa pembaca nggak tahu nih apa makna dari sebuah tulisan. Oleh karena itu, mari kita bahas satu-satu penggunaan tanda baca dalam bahasa Indonesia. 



1. Penggunaan Tanda Baca Titik (.).

Kapan tanda baca titik digunakan? 

Tanda baca titik memiliki beberapa fungsi, antara lain:

·        Tanda baca titik ini biasanya digunakan pada akhir kalimat pernyataan. Secara umum elo pasti udah tahu kan kalau kalimat berita diakhiri dengan tanda baca ini (titik). 

Misalnya: 

Justin Bieber akan konser di Jakarta.

Aku tidak sempat membeli memasak untuk buka puasa. 

·        Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar. 

Misalnya: 

1. Patokan Umum

   1.1 Isi Karangan

   1.2 Ilustrasi

   1.2.1 Daftar Wawancara

   1.2.2 Tabel

   1.2.3 Grafik

·        Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

Misalnya: 

02.30.20 jam (2 jam, 30 menit, 20 detik)

00.10.30 jam (10 menit, 30 detik) 

00.00.20 jam (20 detik)

·        Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan dan tempat terbit.

Misalnya: 

Ervina Maharani. (2014). Panduan Sukses Menulis Penelitian Tindakan Kelas Yang Simpel Cepat dan Memikat. Yogyakarta: Penerbit Parasmu.

Teguh Triwiyanto. (2014). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

·        Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

Misalnya:

Penduduk desa itu lebih dari 1.000.000 orang. 

Anggaran gorden rumahku mencapai Rp990.000,00. 

Biaya pengobatan kucingku mencapai Rp5.000.000,00.


2. Penggunaan Tanda Baca (,) Koma. 

Tanda baca koma, memiliki beberapa fungsi, antara lain:

·        Tanda koma digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan. 

Misalnya: 

Apel, mangga, jambu, dan rambutan merupakan buah kesukaanku. 

Mata pelajaran kegemaranku adalah matematika, sejarah, dan biologi. 

·        Tanda koma digunakan sebelum kata penghubung. Contohnya seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk.

Misalnya:

Aku ingin membeli tiket konser BTS, tetapi uangku belum cukup.

Ini bukan milikku, melainkan milik kakakku. 

·        Tanda koma digunakan untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.

Misalnya: 

Kalau ada dia, aku tidak akan datang. 

Agar memiliki nilai yang bagus, kita harus berlangganan Zenius. 

·        Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.

Misalnya: 

Dini siswa yang rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia berhasil mendapatkan beasiswa di universitas negeri. 

Anak itu memang gemar menyanyi sejak kecil. Jadi, wajar kalau dia lolos ajang pencarian bakat. 

·        Tanda koma digunakan sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

Misalnya:

10,5 m 

25,3 kg 

Rp600,50 

Rp850,00

3. Penggunaan Tanda Seru (!) .

Siapa yang kalau lagi baca chat dengan akhiran tanda seru, bacanya suka ngegas? Padahal, nggak semua yang pakai tanda seru itu maksudnya marah-marah lho. 😀

Tanda seru ini digunakan untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat. 

Misalnya: 

Misalnya : Alangkah indahnya pulau Bali!

Mari kita dukung Gerakan Bebas Sampah di desa kita!

Datanglah ke sekolah tepat waktu! 

Merdeka!

 

 4.Penggunaan tanda tanya (?).

Kapan penggunaan tanda tanya yang tepat?

Penggunaan tanda tanya, memiliki dua fungsi, yaitu:

·        Digunakan pada akhir kalimat tanya. 

Misalnya: 

Kapan kamu akan pulang ke Bali? 

Siapa yang duduk di sebelahmu?

·        Digunakan di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang masih disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya. 

Misalnya:

Bu Juliana lahir pada tahun 1943 (?). 

Di Indonesia terdapat lebih dari 100 (?) suku bangsa.


5. Penggunaan Tanda Titik Dua (:).


Penggunaan tanda titik dua antara lain:

·        Digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau sebuah penjelasan. 

Misalnya,pasangan suami istri yang baru pindah itu membutuhkan: kursi, meja, dan lemari. 

·        Digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

Misalnya: 

Ketua : Nicolas

Sekretaris : Paramita

Bendahara : Ajeng

·        Digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. 

·        Misalnya: 

Ibu : “Bawa bekal ini, Nak!” 

Bani: “Baik, Bu.” 

Ibu : “Jangan lupa, jaga tempat bekalnya!”


6. Tanda Titik Koma (;).

Penggunaan tanda titik koma, antara lain:

·        Tanda titik koma ini bisa dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang lain di dalam kalimat majemuk.

Misalnya:

Hari sudah malam; adik-adikku masih menonton televisi. 

Ayah menyelesaikan pekerjaan; Ibu menulis memasak; Kakak memperbaiki motor.

·        Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

Misalnya: Kakak membeli buku, pensil, dan tinta; baju, rok, dan kaus; pisang, anggur, dan melon.

7. Tanda Hubung (-).

Penggunaan tanda hubung antara lain:

·        Tanda hubung dipakai untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris. 

Misalnya: 

Aku sudah ter-

biasa sendiri.

Kakekku tinggal di pesisir pantai, berhasil membudidayakan rum-

put laut. 

·        Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata ulang. 

Misalnya: 

anak-anak 

bersenang-senang


8. Tanda Petik (“…”).

Penggunaan tanda petik antara lain:

·        Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. 

Misalnya: 

“Merdeka atau mati!” seru Bung Tomo dalam pidatonya. 

“Kerjakan latihan soal  ini sekarang!” perintah guruku. “Besok kita bahas bersama.”

·        Tanda petik dipakai untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. 

Misalnya: 

Marilah kita menyanyikan lagu “Indonesia Raya”!


9. Tanda Petik Tunggal (‘…’).

Penggunaan tanda petik tunggal antara lain:

·        Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain. 

Misalnya: 

Tanya dia, “Kamu dengar bunyi ‘tok-tok’ tadi?” 

“Kudengar teriak saudaraku, ‘Ibu, Kakek datang!’, dan rasa lelahku lenyap seketika,” ujar Pak Bahri. 

“Kita bangga karena lagu ‘Indonesia Raya’ berkumandang di arena olimpiade itu,” kata Ketua KONI. 

·        Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan. 

Misalnya: 

Tergugat ‘yang digugat’ 

Retina ‘dinding mata sebelah dalam’ 


10. Tanda Kurung ((…)).

Penggunaan tanda kurung antara lain:

·        Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. 

Misalnya: 

Sila baru saja memperpanjang surat izin mengemudi (SIM). 

Dia sudah lama tinggal di sini, namun belum memiliki KTP (kartu tanda penduduk). 

Lokakarya (workshop) itu diadakan di Solo.

·        Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau dihilangkan. 

Misalnya: 

Dia berangkat ke kantor selalu menaiki (bus) Transjakarta. 

Artis terkenal itu berasal dari (Kota) Semarang. 


11. Tanda Pisah (—).

Penggunaan tanda pisah antara lain: 

·        Tanda pisah bisa digunakan untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.

Misalnya: 

Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai— diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. 

Keberhasilan itu—kita sependapat—dapat dicapai jika kita mau berusaha keras.

·        Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’. 

Misalnya: 

Tahun 2020—2022

Tanggal 3—10 Mei 2022

Jakarta—Solo


12. Tanda Elipsis (…).

Penggunaan tanda elipsis antara lain:

·        Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan. 

Misalnya: 

Penyebab kegagalan … akan diteliti lebih lanjut.

Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah …. …, lain lubuk lain ikannya. 

Catatan

·        Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi. 

·        Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik (jumlah titik empat buah). 


13. Tanda Kurung Siku ([…]).

Penggunaan tanda kurung siku antara lain:

·        Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan atas kesalahan atau kekurangan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain. 

Misalnya: 

Para nelayan men[d]engar bunyi gemericik. 

Penggunaan bahasa dalam tugas akhir tentu harus sesuai [dengan] kaidah bahasa Indonesia. 

·        Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang terdapat dalam tanda kurung. 

Misalnya: Persamaan kedua metode tersebut (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 30─32]) perlu dipaparkan sekarang. 


14. Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘).

Tanda penyingkat dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun dalam konteks tertentu.

Misalnya: 

Mereka sudah pulang, ‘kan? (‘kan = bukan) 

Surya ‘lah tiba. (‘lah = telah) 

7-2-‘11 (’11 = 2011)



15. Tanda Garis Miring (/).

Penggunaan tanda garis miring antara lain:

·        Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.

Misalnya:

Nomor: 9/PK/III/2021

Jalan Batu III/12

tahun ajaran 2020/2021

·        Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, serta setiap. 

Misalnya: 

Mahasiswa/mahasiswi

Harganya Rp2.500,00/lembar

Daftar Pustaka

https://www.zenius.net/blog/penggunaan-tanda-baca




Musbar_sr23


musbarsoleman@gmail.com


TEKS DESKRIPTIF

 Teks Deskriptif