limat deklaratif. Pemberian tanda baca yang salah dapat membuat arti kalimat menjadi berbeda dengan konsep maknanya.
2. 2. Motivasi kamu mempelajari Tanda Baca dan
Penggunaan Tanda Baca.
Motivasi saya mempelajari Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca yang baik dan benar adalah dengan saya mempelajari Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca maka saya akan mengetahui apa saja Tanda Baca dan bagaimana penggunaannya dalam suatu kalimat.
3. 3. Seberapa penting Tanda Baca dan Penggunaan
Tanda Baca bagi anda dan profesi anda nantinya.
Manfaat nya ialah dengan mempelajari pengunaan Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca maka saya memahami letak Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca yang baik dan benar terhadap suatu kata atau kalimat,serta memudahkan saya sebagai mahasiwa untuk mengerjakan suatu tugas makalah ataupun skripsi supaya tanda bacanya tertera dengan baik dan benar. Dan jikalau profesi saya sebagai guru tidak lagi salah dalam menjelaskan Tanda Baca dan Penggunaan Tanda Baca yang baik dan benar.
4. 4. Kerugian tidak mempelajari Tanda Baca dan
Penggunaan Tanda Baca.
A. Pengertian Tanda Baca.
Tanda baca merupakan tanda yang dipakai dalam sistem ejaan, contohnya seperti titik, koma, titik dua. Tanda baca ini berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat di sewaktu pembacaan.
B. Fungsi Tanda Baca.
Dalam sebuah tulisan, tanda baca memiliki beberapa kegunaan atau
fungsi, antara lain:
1. Mengatur adanya jeda ketika kita membaca suatu
kalimat.
2. Mengatur intonasi dalam pembacaan suatu kalimat.
3. Memberikan penegasan kalimat.Contohnya seperti
kalimat tanya, kalimat perintah dan lain sebagainya.
4. Untuk menggambarkan struktur kata atau kalimat yang
ada dalam sebuah tulisan.
5. Untuk menunjukkan tata kata yang ada di dalam sebuah
tulisan.
Penggunaan
tanda baca ini disesuaikan dengan maksud apa yang ingin disampaikan oleh
penulis. Sehingga, seperti yang elo tahu, ada banyak macam-macam tanda baca
dengan fungsi-fungsinya masing-masing. Contoh tanda baca antara lain, tanda
baca koma, titik, tanda tanya, tanya seru, dan yang lainnya.
C. Penggunaan
Tanda Baca.
Penggunaan tanda baca tentu nggak boleh sembarangan dong, kalau sembarangan bisa-bisa pembaca nggak tahu nih apa makna dari sebuah tulisan. Oleh karena itu, mari kita bahas satu-satu penggunaan tanda baca dalam bahasa Indonesia.
Kapan tanda baca titik digunakan?
Tanda baca titik memiliki beberapa fungsi, antara lain:
· Tanda baca titik ini biasanya digunakan pada akhir kalimat pernyataan. Secara umum elo pasti udah tahu kan kalau kalimat berita diakhiri dengan tanda baca ini (titik).
Misalnya:
Justin Bieber akan konser di Jakarta.
Aku tidak sempat membeli memasak untuk buka puasa.
· Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Misalnya:
1. Patokan Umum
1.1 Isi Karangan
1.2 Ilustrasi
1.2.1 Daftar Wawancara
1.2.2 Tabel
1.2.3 Grafik
· Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.
Misalnya:
02.30.20 jam (2 jam, 30 menit, 20 detik)
00.10.30 jam (10 menit, 30 detik)
00.00.20 jam (20 detik)
· Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan dan tempat terbit.
Misalnya:
Ervina Maharani. (2014). Panduan Sukses Menulis Penelitian Tindakan Kelas Yang Simpel Cepat dan Memikat. Yogyakarta: Penerbit Parasmu.
Teguh Triwiyanto. (2014). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
· Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
Misalnya:
Penduduk desa itu lebih dari 1.000.000 orang.
Anggaran gorden rumahku mencapai Rp990.000,00.
Biaya pengobatan kucingku mencapai Rp5.000.000,00.
Tanda
baca koma, memiliki beberapa fungsi, antara lain:
·
Tanda koma digunakan di antara
unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Misalnya:
Apel,
mangga, jambu, dan rambutan merupakan buah kesukaanku.
Mata
pelajaran kegemaranku adalah matematika, sejarah, dan biologi.
·
Tanda koma digunakan sebelum kata
penghubung. Contohnya seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat
majemuk.
Misalnya:
Aku ingin
membeli tiket konser BTS, tetapi uangku belum cukup.
Ini bukan
milikku, melainkan milik kakakku.
·
Tanda koma digunakan untuk memisahkan
anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.
Misalnya:
Kalau ada
dia, aku tidak akan datang.
Agar
memiliki nilai yang bagus, kita harus berlangganan Zenius.
·
Tanda koma digunakan di belakang kata
atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan
demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.
Misalnya:
Dini siswa
yang rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia berhasil mendapatkan beasiswa di
universitas negeri.
Anak itu
memang gemar menyanyi sejak kecil. Jadi, wajar kalau dia lolos ajang pencarian
bakat.
·
Tanda koma digunakan sebelum angka
desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Misalnya:
10,5
m
25,3
kg
Rp600,50
Rp850,00
Tanda seru
ini digunakan untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau
perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang
kuat.
Misalnya:
Misalnya : Alangkah
indahnya pulau Bali!
Mari kita dukung Gerakan Bebas Sampah di desa kita!
Datanglah ke sekolah tepat waktu!
Merdeka!
4.Penggunaan tanda tanya (?).
Kapan penggunaan tanda tanya yang tepat?
Penggunaan
tanda tanya, memiliki dua fungsi, yaitu:
·
Digunakan pada akhir kalimat tanya.
Misalnya:
Kapan kamu
akan pulang ke Bali?
Siapa yang
duduk di sebelahmu?
·
Digunakan di dalam tanda kurung untuk
menyatakan bagian kalimat yang masih disangsikan atau yang kurang dapat
dibuktikan kebenarannya.
Misalnya:
Bu Juliana
lahir pada tahun 1943 (?).
Di Indonesia terdapat lebih dari 100 (?) suku bangsa.
Penggunaan
tanda titik dua antara lain:
·
Digunakan pada akhir suatu pernyataan
lengkap yang diikuti pemerincian atau sebuah penjelasan.
Misalnya,pasangan
suami istri yang baru pindah itu membutuhkan: kursi, meja, dan lemari.
·
Digunakan sesudah kata atau ungkapan yang
memerlukan pemerian.
Misalnya:
Ketua :
Nicolas
Sekretaris
: Paramita
Bendahara
: Ajeng
·
Digunakan dalam naskah drama sesudah kata
yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
·
Misalnya:
Ibu :
“Bawa bekal ini, Nak!”
Bani:
“Baik, Bu.”
Ibu :
“Jangan lupa, jaga tempat bekalnya!”
6. Tanda Titik Koma (;).
Penggunaan
tanda titik koma, antara lain:
·
Tanda titik koma ini bisa dipakai sebagai
pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari
kalimat setara yang lain di dalam kalimat majemuk.
Misalnya:
Hari sudah
malam; adik-adikku masih menonton televisi.
Ayah
menyelesaikan pekerjaan; Ibu menulis memasak; Kakak memperbaiki motor.
·
Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan
bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.
Misalnya:
Kakak membeli buku, pensil, dan tinta; baju, rok, dan kaus; pisang, anggur, dan
melon.
7. Tanda Hubung (-).
Penggunaan
tanda hubung antara lain:
·
Tanda hubung dipakai untuk menandai
bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris.
Misalnya:
Aku sudah
ter-
biasa
sendiri.
Kakekku
tinggal di pesisir pantai, berhasil membudidayakan rum-
put
laut.
·
Tanda hubung dipakai untuk menyambung
unsur kata ulang.
Misalnya:
anak-anak
bersenang-senang
Penggunaan tanda petik antara lain:
·
Tanda petik dipakai untuk mengapit
petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis
lain.
Misalnya:
“Merdeka
atau mati!” seru Bung Tomo dalam pidatonya.
“Kerjakan
latihan soal ini sekarang!” perintah guruku. “Besok kita bahas bersama.”
·
Tanda petik dipakai untuk mengapit judul
sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam
kalimat.
Misalnya:
Marilah
kita menyanyikan lagu “Indonesia Raya”!
Penggunaan
tanda petik tunggal antara lain:
·
Tanda petik tunggal dipakai untuk
mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain.
Misalnya:
Tanya dia,
“Kamu dengar bunyi ‘tok-tok’ tadi?”
“Kudengar
teriak saudaraku, ‘Ibu, Kakek datang!’, dan rasa lelahku lenyap seketika,” ujar
Pak Bahri.
“Kita
bangga karena lagu ‘Indonesia Raya’ berkumandang di arena olimpiade itu,” kata
Ketua KONI.
·
Tanda petik tunggal dipakai untuk
mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan.
Misalnya:
Tergugat
‘yang digugat’
Retina
‘dinding mata sebelah dalam’
Penggunaan
tanda kurung antara lain:
·
Tanda kurung dipakai untuk mengapit
tambahan keterangan atau penjelasan.
Misalnya:
Sila baru
saja memperpanjang surat izin mengemudi (SIM).
Dia sudah
lama tinggal di sini, namun belum memiliki KTP (kartu tanda penduduk).
Lokakarya
(workshop) itu diadakan di Solo.
·
Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf
atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau
dihilangkan.
Misalnya:
Dia
berangkat ke kantor selalu menaiki (bus) Transjakarta.
Artis
terkenal itu berasal dari (Kota) Semarang.
Penggunaan
tanda pisah antara lain:
·
Tanda pisah bisa digunakan untuk
membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun
kalimat.
Misalnya:
Kemerdekaan
bangsa itu—saya yakin akan tercapai— diperjuangkan oleh bangsa itu
sendiri.
Keberhasilan
itu—kita sependapat—dapat dicapai jika kita mau berusaha keras.
·
Tanda pisah dipakai di antara dua
bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai
ke’.
Misalnya:
Tahun
2020—2022
Tanggal
3—10 Mei 2022
Jakarta—Solo
Penggunaan
tanda elipsis antara lain:
·
Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan
bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan.
Misalnya:
Penyebab
kegagalan … akan diteliti lebih lanjut.
Dalam
Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah …. …, lain lubuk
lain ikannya.
Catatan:
·
Tanda elipsis itu didahului dan diikuti
dengan spasi.
· Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik (jumlah titik empat buah).
Penggunaan
tanda kurung siku antara lain:
·
Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit
huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan atas kesalahan
atau kekurangan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain.
Misalnya:
Para
nelayan men[d]engar bunyi gemericik.
Penggunaan
bahasa dalam tugas akhir tentu harus sesuai [dengan] kaidah bahasa
Indonesia.
·
Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit
keterangan dalam kalimat penjelas yang terdapat dalam tanda kurung.
Misalnya:
Persamaan kedua metode tersebut (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II
[lihat halaman 30─32]) perlu dipaparkan sekarang.
Tanda
penyingkat dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka
tahun dalam konteks tertentu.
Misalnya:
Mereka
sudah pulang, ‘kan? (‘kan = bukan)
Surya ‘lah
tiba. (‘lah = telah)
7-2-‘11
(’11 = 2011)
Penggunaan
tanda garis miring antara lain:
·
Tanda garis miring dipakai dalam nomor
surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua
tahun takwim.
Misalnya:
Nomor:
9/PK/III/2021
Jalan Batu
III/12
tahun
ajaran 2020/2021
·
Tanda garis miring dipakai sebagai
pengganti kata dan, atau, serta setiap.
Misalnya:
Mahasiswa/mahasiswi
Harganya Rp2.500,00/lembar
Daftar Pustaka
https://www.zenius.net/blog/penggunaan-tanda-baca

.png)



.png)

.png)




.png)




