Selasa, 01 November 2022

DUNIA WARTAWAN

DUNIA WARTAWAN


Pertanyaan?

1.MANFAAT MEMPELAJARI MATERI DUNIA WARTAWAN

Menuruf saya manfaat mempelajari materi dunia wartawan adalah dengan mempelajarinya saya akan lebih mengetahui bagaimana kehidupan di dalam dunia kewartawanan seperti apa saja pekerjaan seorang wartawan dan tuntutan nya setelah menjadi seorang wartawan.

2.MOTIVASI KAMU MEMPELAJARI MATERI DUNIA WARTAWAN

Motivasi saya mempelajari materi dunia wartawan adalah dengan mempelajari dunia wartwan saya akan mengetahui tugas-tugas seorang wartawan, seperti mengumpulkan atau mencari informasi , mengelola informasi, serta cara menyampaikannya kepada masyarakat seharusnya berdasar tujuan untuk meningkatkan intelektualitas masyarakat. “Oleh karena itu, kerja wartawan sebenarnya adalah kerja pikir, mereka sedikit banyaknya membawa misi intelektualitas.

3.SEBERAPA PENTING MATERI DUNIA WARTAWAN BAGI KAMU

Menurut saya adapun pentingnya mempelajari dunia wartawan bagi saya jikalau suatu saya menjadi seorang wartawan saya akan lebih mudah mendalami tuntutan pekerjaan apa saja yang dilakukan sebagai seorang wartawan.

4.YANG MEMBUAT KAMU PENASARAN DENGAN MATERI INI

Adapun hal yang membuat saya penasaran dengan materi tentang dunia kewartawanan dan wartawan  adalah saya sangat penasaran tentang bagian-bagian pekerjaan t entang menjadi seorang wartawan seperti  apa itu pekerjaan seorang jurnalis,presenter,wartawan dan reporter.

5.MANFAAT MATERI HARI INI BAGI PROFESI ANDA (GURU)

Menurut saya jikalau suatu saat nanti saya menjadi seorang guru materi tentang kewartawanan dan wartawan sangatlah penting karena setelah saya mengetahui ilmu tentang kewartawanan dan wartawan,saya dalam mengajar anak didik saya akan lebih mudah mengajari mereka bagaimana cara berbicara dengan baik dan bagaimana cara berbicara di depan umum supaya lebih pede layaknya seorang wartawan,serta mengajari anak didik saya bagaimana berita jenis berita fakta dan jenis berita hoax.

A.Jenis-jenis wartawan

1.Wartawan Kantor Berita

Wartawan kantor berita biasanya berada di wilayah lokal untuk mengakomodasi media yang tidak memiliki wartawan koresponden. Biasanya kantor berita mengumpulkan bahan berita untuk disalurkan kepada berbagai media dengan kredit tertentu.

2.Wartawan Profesional

Wartawan profesional adalah wartawan yang menjadikan pekerjaan kewartawanan sebagai profesi sehari-hari. Atau dianggap itu adalah sebuah pekerjaan utama.

3. Wartawan Freelance

wartawan freelance merupakan wartawan yang tidak terikat pada satu media atau perusahaan tertentu. Hasil tulisann seorang wartawan freelance biasanya disetorkan ke berbagai media yang membutuhkan berita. Meski tidak terikat, seorang wartawan freelance harus tetap bekerja secara profesional sesuai dengan kode etik jurnalistik yang berlaku.

4.Wartawan Koresponden

            Wartawan koresponden biasanya bertugas di luar daerah ataupun negara lain. Profesi wartawan jenis ini biasanya menampilkan berita dengan unsur aktualitas. Selain itu, wartawan koresponden berpacu dengan waktu, karena media berlomba-lomba untuk menjadi yang tercepat melaporkan peristiwa.

B.Indikator Wartawan

1.Kompleksitas

Seorang wartawan harus Kompleksitas, Kompleksitas adalah suatu indikator antarhubungan di dalam suatu proyek, program, atau portofolio yang memengaruhi cara bagaimana hubungan ini akan dikelola dan keahlian yang dibutuhkan untuk mengelolasebuah berita.

2.Generalis

Seorang wartawan harus Generalis, Generalis adalah tipe yang mengerti banyak hal, tetapi tidak secara spesifik. Tipe ini biasanya memahami konsep secara umum dan melihat permasalahan dari berbagai segi. Akan tetapi, generalis tidak mendalami suatu konsep hingga memiliki spesifikasi di bidang tersebut.

3.Peka terhadap setiap peristiwa

Seorang wartawan harus Peka terhadap setiap peristiwa .


Daftar Pustaka

https://bukapintu.co/pengertian-wartawan/




Musbar_sr23


musbarsoleman@gmail.com






TUGAS WARTAWAN DAN STANDAR WARTAWAN

 TUGAS WARTAWAN DAN STANDAR WARTAWAN



Pertanyaan?

1.MANFAAT MEMPELAJARI MATERI TUGAS WARTAWAN DAN STANDAR WARTAWAN

Menurut saya adapun manfaat mempelajari materi tugas wartawan dan standar wartawan bagi saya adalah supaya saya mengetahui apasih tugas seorang wartawan dan standar seorang awartawan

2.KEGUNAAN MATERI TUGAS WARTAWAN DAN STANDAR WARTAWAN UNTUK KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Adapun kegunaan mempelajari materi  tugas wartawan dan standar wartawan untuk kehidupan sehari-hari bagi saya adalah dengan mempelajari tugas wartawan dan standar wartawan saya akan lebih mengetahui apa saja tugas seorang wartawan dan apa saja yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang wartawan.

3.KERUGIAN TIDAK MENGETAHUI MATERI TUGAS WARTAWAN DAN STANDAR WARTAWAN

Menurut saya kerugian yang didapatkan bila tidak mengetahui tugas wartawan dan standar wartawan,bila saya tidak mengetahui ilmu tentang tugas wartawan dan standar wartawan jikalau suatu saat nanti saya menjadi seorang wartawan saya akan memulai dari awal mempelajari apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang wartawan dan tugas seorang wartawan sehingga itu akan memperlambat cara kerja saya sebagai seorsang wartawan , dan untuk kehidupan saya sehari-hari apabila tidak mengetahui tugas wartawan dan standar wartawan saya tidak akan mengetahui cara menyampaikan berita kepada orang-orang baik itu berita fakta ataupun hoax saya akan asal menyampaikannya saja tanpa memikirkan akibatnya apabila orang-orang salah dalam menafsirkan berita yang sya sampaikan.

A.Fungsi danTugas Wartawan

1.Authenticator

Fungsi pertama seorang wartawan adalah sebagai authenticator. Artinya, wartawan akan berfungsi sebagai pemeriksa sebuah informasi autentik atau tidak. Jika tidak autentik maka informasi tersebut tidak layak untuk disebarluaskan.

2.Investigator

Wartawan juga berfungsi sebagai investigator. Artinya, seorang wartawan harus terus mengawasi kondisi yang terjadi saat ini di berbagai bidang. Jika hasil dari pengawasan tersebut kemudian didapat adanya tindak kejahatan maka wartawan juga harus membongkarnya.

3.Sense Maker

Fungsi lain seorang wartawan adalah sebagai sense maker. Artinya, wartawan harus dapat menjelaskan sebuah informasi sehingga bisa masuk akal dan diterima oleh masyarakat luas.

4.Smart Aggregator

Wartawan merupakan smart aggregator. Artinya, seorang wartawan harus bisa bersikap cerdas dalam berbagi sumber berita yang dapat diandalkan oleh masyarakat sekitar. Wartawan juga harus dapat membagikan berbagai laporan yang bersifat mencerahkan.

5.Empowerer

Wartawan pun memegang fungsi empowerer. Seorang wartawan harus bisa melakukan pemberdayaan antara warga dan wartawan sehingga bisa dihasilkan dialog yang berlanjut antara keduanya.

6.Organisasi Berita

Fungsi dan tugas wartawan memang sangat beragam. Kelima poin di atas tadi merupakan fungsi dari wartawan dan kini kita akan membahas tugas mereka. Tugas pertama adalah melakukan organisasi berita. Seorang wartawan harus melakukan organisasi berita baik berita lama maupun berita baru.

7.Menjadi Role Model

Berikutnya, seorang wartawan juga bertugas menjadi role model bagi masyarakat. Tidak hanya fokus berkarya dan menghasilkan berita, wartawan juga harus bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

8.Mencari Berita

Jika Kamu bekerja sebagai wartawan, maka Kamu harus menjalankan tugas penting sebagai pencari berita. Kamu harus menemukan berita terbaru yang hangat di kalangan masyarakat. Berita ini harus selalu up to date agar bisa memberi manfaat.

9.Mengumpulkan Fakta

Tugas wartawan adalah mengumpulkan fakta dari berita yang beredar di masyarakat. Fakta ini nantinya akan disajikan kepada masyarakat sehingga tidak ada berita simpang siur yang bersifat menjerumuskan.

10.Membuat Laporan

Wartawan juga bertugas membuat laporan dari hasil penelusuran berita dan fakta yang sudah diperoleh tadi. Laporan ini nantinya akan disampaikan baik secara tertulis lewat media cetak maupun lisan lewat media elektronik seperti televisi.

Itulah tadi fungsi dan tugas wartawan yang perlu Kamu pahami dengan baik. Jika Kamu tertarik untuk menekuni profesi ini maka Kamu harus belajar ilmu jurnalistik dengan baik. Kembangkan kemampuan menulis dan tingkatkan rasa percaya dirimu agar bisa menjadi wartawan yang kompeten.

        B.Sifat wartawan 

1.Perhatikan dengan sebaik-bainya. Dengarkan dengan sungguh-sungguh

2.Isi persediaan otak dengan pengetahuan

3.Tumbuhkan lapangan yang luas

4.Membacalah dengan teratur dan dengan pikiran yang kritis

5.Perlihatkan inisiatif dan kesanggupan

6.Bekerja dengan rajin dan sabar

7.Pergunakanlah pikiran. Janganlah memalsukan sesuatu

8.Menulislah, dan teruslah menulis

9.Berpikirlah dengan jelas dan cepat

10.Pergunakanlah waktiu yang terluang dengan sebaik-baiknya.


C.Standar wartawan profesional

1.Melalui proses penerimaan yang baik (Well Selected)

Tidak semua orang cocok dan mampu menjadi wartawan , meskipun banyak orang ingin jadi wartawan atau reporter . menjadi wartawan haruslah merupakan panggilan hidup . tidak sekedar untuk mencari nafkah , dengan demikian dalam hal untuk mendapatkan calon wartawan harus melalui seleksi yang baik . seleksi sangat penting , terutama untuk mengetahui apakah orang itu memiliki kepribadian sebagai wartawan atau tidak , dan untuk mengetahui tingkat kemampuan akademisnya.

2.Berpendidikan formal yang cukup (Well Educated)

Tidak dapat dipungkiri bahwa tingkat pendidikan seseorang sangat berpengarugh terhadap kualitas pekerjaan seseorang termasuk seorang reporter . sesuai dengan dengan perkembangan iptek, saat ini , untuk menjadi wartawan atau reporter di prioritaskan mereka yang sarjana (S1) atau lebih .penting , menginmgat tugas-tugas kewartawanan membutuhkan kemampuan analisis yang tinggi serta kemampuan berkomunikasi dengan berbagai pihak pada berbagai level .

3.Terlatih dengan baik (Well Trained)

Pendidikan formal yang cukup saja belum menjamin seorang wartawan dapat bekerja dengan baik jika belum mendapat pelatihan khusus tentang profesi wartawan pelatihan kewartawanan misalnyta terkait : kode etik jurnalistik , undang-undang dan peraturan-peraturan terkait media massa .

4.Dilengkapi dengan peralatan yang memadai (Well Equiped)

Dalam melaksanakan tugas liputan di lapangan seorang wartawan , juru kamera akan sulit melakukan tugas dengan baik apabila tidak memiliki peralatan yang memadai .oleh karena itu , supaya wartawan dapat bekerja dengan baik ia harus dilengkapi peralatan yang memadai , seperti : alat tulis, tape recorder , kamera foto , kamera tv , alat komunikasi ,computer dan tentu saja alat transportasi.

5.Memperoleh gaji yang layak (Good Salary)

Bagaimana pun profesionalnya seseorang , akhirnya jumlah gaji yang diterima dari hasil pekerjaanya tetap menentukan apakah ia dapat bekerja denganb baik atau tidak . dengan gaji yang cukup ia dapat menafkahi keluarganya . sebaliknya , apabila gaji yang tidak cukup pemikiranya akan terganggu terpecah antara memikirkan tugas dengan memikirkan apakah anaknya bisa belajar dengan baik atau tidak , karena uang sekolahnya belum terbayarkan .

6.Memilki motivasi yang baik dan idealisme yang tinggi (Well motivation and High Idealism)

apabila seorang wartawan memiliki keduanya yaitu motivasi dan idealism kerja yang tinngi , maka sekompleks apapun tugas yang dihadapi dan kendala yang dihadapi pasti ditangani dengan baik.


Daftar Pustaka

https://bukapintu.co/pengertian-wartawan/





Musbar_sr23


musbarsoleman@gmail.com








KEWARTAWANAN DAN WARTAWAN

 KEWARTAWANAN DAN WARTAWAN


Pertanyaan?

1.MANFAAT MEMPELAJARI MATERI KEWARTAWANAN DAN WARTAWAN

Dengan mempelajari ilmu tentang Kewartawanan dan wartawan saya bisa mengetahui apa saja tuntutan atau pekerjaan sebagai seorang wartawan,

2.MOTIVASI MEMPELAJARI MATERI KEWARTAWANAN DAN WARTAWAN

Motivasi saya mempelajari materi tentang kewartawanan dan wartawan adalah karena menjadi seorang wartawan sangatlah tidak mudah karena seorang wartawan dapat dikatakan sebagai orang yang pekerjaannya mencari dan menyusun berita untuk di muat dimedia massa, baik media cetak, media elektronik, maupun media online.

3.MANFAAT MATERI KEWARTAWANAN DAN WARTAWAN BAGI KEHIDUPAN KAMU SEHARI-HARI

Manfaat mempelajari materi kewartawanan dan wartawan dalam kehidupan saya sehari-hari adalah dengan mempelajari wartawan dan pekerjaannya saya akan lebih mengetahui bagaimana cara menyampaikan berita kepada orang-orang dengan baik,dan saya akan mengetahui bagaimana jenis berita yang fakta dan yang mana jenis berita yang hoax.

4.PENTINGKAH MATERI KEWARTAWANAN DAN WARTAWAN BAGI PROFESI ANDA NANTINYA (GURU)

Menurut saya jikalau suatu saat nanti saya menjadi seorang guru materi tentang kewartawanan dan wartawan sangatlah penting karena setelah saya mengetahui ilmu tentang kewartawanan dan wartawan,saya dalam mengajar anak didik saya akan lebih mudah mengajari mereka bagaimana cara berbicara dengan baik dan bagaimana cara berbicara di depan umum supaya lebih pede layaknya seorang wartawan,serta mengajari anak didik saya bagaimana berita jenis berita fakta dan jenis berita hoax.

A.Pengertian Wartawan


Wartawan merupakan orang yang pekerjaannya mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa, baik yang tercetak maupun elektronik. Yang dapat disebut sebagai wartawan ialah repoter, editor, juru kamera berita, juru foto berita, redaktur dan editor audio visual.

Definisi wartawan yang tercantum dalam pasal 1 butir 4 undang-undang nomor 40 tahun 1999 perlu diubah, sehingga berbunyi :

“wartawan adalah profesi yang secara teratur melakukan kegiatan jurnalistik dalam bentuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikna informasi kepada perusahaan pers atau kantor berita untuk disiarkan/dipublikasikan kepada masyarakat umum, agar mereka memperoleh informasi yang benar, tepat, akurat, dan objektif”.

B.Tujuan Wartawan

1.Untuk Memperoleh fakta

2.Memperoleh fakta yang penting dari suatu wawancara, reporter harus menemukan sumber yang kredibel dan bisa dipercaya dengan informasi akurat

3.Wartawan bisa saja mewawancarai orang yang kebetulan ditemui di jalan untuk diminta pendapatnya tentang kondisi krisis ekonomi



Daftar Pustaka

https://bukapintu.co/pengertian-wartawan/





Musbar_sr23


musbarsoleman@gmail.com


KODE ETIK JURNALISTIK

 KODE ETIK JURNALISTIK




Pertanyaan?

1.MANFAAT MEMPELAJARI MATERI KODE ETIK JURNALISTIK

Bagi saya manfaat dari manfaat mempelajari materi kode etik jurnalistik dengan mempelajari kode etik seorang jurnalistik saya akan mengetahui apa saja kode etik seorang jurnalistik

2.KEGUNAAN MATERI KODE ETIK JURNALISTIK UNTUK KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Menurut saya kegunaan mempelajari materi kode etik jurnalistik untuk kehidupan sehari-hari saya adalah dengan mempelajari Kode etik jurnalistik saya akan mengetahui etika profesi wartawan. Setelah saya mengetahuinya saya bisa mencotoh dan mengamalkan baik sebagian ataupun semua etika menjadi seorang jurnalistik.

3.KERUGIAN TIDAK MENGETAHUI MATERI KODE ETIK JURNALISTIK

bagi saya kerugian yang akan saya dapatkan jika tidak mengetahui kode etik jurnalistik saya tidak akan mengetahui etika menjadi seorang jurnalistik karena Ciri utama wartawan profesional yaitu menaati kode etik, sebagaimana halnya dokter, pengacara, dan kaum profesional lain yang memiliki dan menaati kode etik.

 

 A.Pengertian kode etik jurnalistik

Kode Etik Jurnalistik adalah himpunan etika profesi kewartawanan Wartawan selain dibatasi oleh ketentuan hukum, seperti Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, juga harus berpegang kepada kode etik jurnalistik. Tujuannya adalah agar wartawan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya, yaitu mencari dan menyajikan informasi.


          B.Sejarah kode etik jurnalistik di Indonesia.

1. Periode Tanpa Kode Etik Jurnalistik

Periode ini terjadi ketika Indonesia baru lahir sebagai bangsa yang merdeka tanggal 17 Agustus 1945. Meski baru merdeka, di Indonesia telah lahir beberapa penerbitan pers baru. Berhubung masih baru, pers pada saat itu masih bergulat dengan persoalan bagaimana dapat menerbitkan atau memberikan informasi kepada masyarakat pada era kemerdekaan, maka belum terpikir soal pembuatan Kode Etik Jurnalistik. Akibatnya, pada periode ini pers berjalan tanpa kode etik.

2. Periode Kode Etik Jurnalistik PWI tahap 1

Pada tahun 1946Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dibentuk di Solo, tapi ketika organisasi ini lahir pun belum memiliki kode etik. Saat itu baru ada semacam konvensi yang ditungakan dalam satu kalimat, inti kalimat tersebut adalah PWI mengutamakan prinsip kebangsaan. Setahun kemudian, pada 1947, lahirlah Kode Etik PWI yang pertama.

3. Periode Dualisme Kode Etik Jurnalistik PWI dan Non PWI

Setelah PWI lahir, kemudian muncul berbagai organisasi wartawan lainnya. Walaupun dijadikan sebagai pedoman etik oleh organisasi lain, Kode Etik Jurnalistik PWI hanya berlaku bagi anggota PWI sendiri, padahal organisai wartawan lain juga memerlukan Kode Etik Jurnalistik. Berdasarkan pemikiran itulah Dewan Pers membuat dan mengeluarkan pula Kode Etik Jurnalistik. Waktu itu Dewan Pers membentuk sebuah panitia yang terdiri dari tujuh orang, yaitu Mochtar LubisNurhadi KartaatmadjaH.G RorimpandeySoendoroWonohitoL.E Manuhua dan A. Aziz. Setelah selesai, Kode Etik Jurnalistik tersebut ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Dewan Pers masing-masing Boediarjo dan T. Sjahril, dan disahkan pada 30 September 1968. Dengan demikian, waktu itu terjadi dualisme Kode Etik Jurnalistik. Kode Etik Jurnalistik PWI berlaku untuk wartawan yang menjadi anggota PWI, sedangkan Kode Etik Jurnalistik Dewan Pers berlaku untuk non PWI.

4. Periode Kode Etik Jurnalistik PWI tahap 2

Pada tahun 1969, keluar peraturan pemerintah mengenai wartawan. Menurut pasal 4 Peraturan Menteri Penerangan No.02/ Pers/ MENPEN/ 1969 mengenai wartawan, ditegaskan, wartawan Indonesia diwajibkan menjadi anggota organisasi wartawan Indonesia yang telah disahkan pemerintah. Namun, waktu itu belum ada organisasi wartawan yang disahkan oleh pemerintah. Baru pada tanggal 20 Mei 1975 pemerintah mengesahkan PWI sebagai satu-satunya organisasi wartawan Indonesia. Sebagai konsekuensi dari pengukuhan PWI tersebut, maka secara otomatis Kode Etik Jurnalistik yang berlaku bagi seluruh wartawan Indonesia adalah milik PWI.

5. Periode Banyak Kode Etik Jurnalistik

Seiring dengan tumbangnya rezim Orde Baru, dan berganti dengan era Reformasiparadigma dan tatanan dunia pers pun ikut berubah. Pada tahun 1999, lahir Undang-Undang No 40 tahun 1999 tentang Pers yaitu Pasal 7 ayat 1, Undang-Undang ini membebaskan wartawan dalam memilih organisasinya. Dengan Undang-Undang ini, munculah berbagai organisasi wartawan baru. Akibatnya, dengan berlakunya ketentuan ini maka Kode Etik Jurnalistik pun menjadi banyak. Pada tanggal 6 Agustus 1999, sebanyak 25 organisasi wartawan di Bandung melahirkan Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI), yang disahkan Dewan Pers pada 20 Juni 2000. Kemudian pada 14 Maret 2006, sebanyak 29 organisasi pers membuat Kode Etik Jurnalistik baru, yang disahkan pada 24 Maret 2006


        C.Kode etik jurnalistik

1. Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

2. Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

3. Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

4. Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

5. Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

6. Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

7. Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan.

8. Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

9. Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

10. Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

11. Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.


Daftar Pustaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Kode_etik_jurnalistik





Musbar_sr23


musbarsoleman@gmail.com




TEKS DESKRIPTIF

 Teks Deskriptif