SEJARAH PERKEMBANGAN EJAAN BAHASA INDONESIA
Pertanyaan ?
1. 1. Apa
manfaat mempelajari sejarah ejaan?
Manfaat mempelajari ejaan adalah agar kita bisa memperbaiki
pembakuan tatanan bahasa dan peristilahan yang digunakan sehari-hari. Selain itu
juga dengan mempelajari ejaan bisa mempertegas atau menyamakan dengan Bahasa
yang saya gunakan sehari-hari.karena apabila suatu tulisan dibuat dengan Bahasa
daerah seperti Bahasa batak tentu hanya orang batak saja yang mengerti dan yang
bukan orang batak tidak akan paham.maka dari itu pentingnya belajar dan
memahami ejaan Bahasa Indonesia sehingga apa yang kita tuliskan bisa dimengerti
oleh orang banyak.
2. 2. Apa
motivasi kamu mempelajari sejarah ejaan ?
Motivasi saya mengetahui sejarah ejaan karena saya ingin
mengetahui lebih jelasnya ejaan bahasa itu berasal setelah saya mempelajari
ejaan bahasa itu sendiri maka,secara bertahap saya dapat memperbaiki tatanan
bahasa yang saya gunakan sehari-hari.dan agar saya mengetahui (menyaring)
masuknya unsur-unsur Bahasa lain ke dalam Bahasa Indonesia.
3. 3. Seberapa
penting materi sejarah ejaan bagi kamu pribadi ?
Pentingngnya materi ini bagi saya adalah karena dengan mempelajari
ejaan,saya sudah mengetahui kesalahan-kesalahan saya di dalam berbahasa
ternyata saya selama ini banyak melakukan kesalahan-kesalahan dalam tatanan
Bahasa,peristilahan yang saya gunakan sehari-hari.setelah saya mempelajari
ejaan ini saya bisa memperbaiki tatanan Bahasa dan peristilahan yang saya
gunakan sehari-hari.
4. 4. Kerugian
tidak mengetahui sejarah ejaan?
Adapun kerugian yang bisa ditimbulkan jikalau kita tidak mengetahui dan mempelajari sejarah ejaan adalah akan semakin banyak generasi muda yang mengabaikan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang seharusnya kita lestarikan dan pelajari justru disepelekan oleh generasi muda sekarang ini Bahkan saat ini bahasa Indonesia sudah dipengaruhi oleh bahasa asing atau bahasa kebarat-baratan. Tidak hanya itu, penggunaan bahasa Indonesia saat ini sudah tidak sesuai dengan EYD dan kaidah-kaidah kebahasaan, yang membuat menurunya rasa nasionalisme khususnya bagi generasi sekarangini, generasi yang diharapkan mampu membanggakan nama Indonesia.
Perkembangan Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia
1. Ejaan Van Ophuijsen (1901-1947)
Sejarah
ejaan Bahasa Indonesia diawali dengan ditetapkannya Ejaan van Ophuijsen pada
1901. Ejaan ini menggunakan huruf Latin dan sistem ejaan Bahasa Belanda yang
diciptakan oleh Charles A. van Ophuijsen. Ejaan van Ophuijsen berlaku sampai
dengan tahun 1947.
2.
Ejaan Republik/Ejaan Soewandi (1947-1956)
Ejaan Republik berlaku
sejak tanggal 17 Maret 1947. Pemerintah berkeinginan untuk menyempurnakan Ejaan
van Ophuijsen. Adapun hal tersebut dibicarakan dalam Kongres Bahasa Indonesia
I, pada tahun 1938 di Solo. Kongres Bahasa Indonesia I menghasilkan ketentuan
ejaan yang baru yang disebut Ejaan Republik/Ejaan Soewandi.
3.
Ejaan Pembaharuan (1956-1961)
Kongres
Bahasa Indonesia II digelar pada tahun 1954 di Medan. Kongres ini digagas oleh
Menteri Mohammad Yamin. Dalam Kongres Bahasa Indonesia II ini, peserta kongres
membicarakan tentang perubahan sistem ejaan untuk menyempurnakan ejaan Soewandi.
Ejaan
ini dikenal pada akhir 1959 dalam Perjanjian Persahabatan Indonesia dan
Malaysia. Pembaruan ini dilakukan karena adanya beberapa kosakata yang
menyulitkan penulisannya. Akan tetapi, rencana peresmian ejaan bersama tersebut
gagal karena adanya konfrontasi Indonesia dengan Malaysia pada 1962.
5.
Ejaan Baru/Lembaga Bahasa dan Kesusastraan (LBK) (1967-1972)
Pada
1967, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan yang sekarang bernama Badan Pengembangan
dan Pembinaan Bahasa mengeluarkan Ejaan Baru. Pembaharuan Ejaan ini merupakan
kelanjutan dari Ejaan Melindo yang gagal diresmikan pada saat itu.
6.
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan berlaku sejak 23 Mei 1972 hingga 2015 pada masa menteri Mashuri Saleh. Ejaan ini menggantikan Ejaan Soewandi yang berlaku sebelumnya. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan ini mengalami dua kali perbaikan yaitu pada 1987 dan 2009.
7.
Ejaan Bahasa Indonesia (2015-sekarang)
Pemerintah terus
mengupayakan pembenahan terhadap Ejaan Bahasa Indonesia melalui Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia. Pasalnya, pemerintah meyakini bahwa
ejaan merupakan salah satu aspek penting dalam pemakaian Bahasa Indonesia yang
benar.
Ejaan Bahasa Indonesia
ini diresmikan pada 2015 di masa pemerintahan Joko Widodo dan Anies Baswedan
sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Daftar Pustaka
https://narabahasa.id/linguistik-umum/ejaan/terjebak-dalam-eyd


Bagus banget Semangat 👍🏻
BalasHapusSemangat
BalasHapusBagus nak
BalasHapusKeyeen
BalasHapusBaguss
BalasHapusTerima kasih👍, sangat bermanfaat.
BalasHapusBlognya menarik
BalasHapusHasilnya bagus
BalasHapusKerenn
BalasHapusGood
BalasHapusUntuk wawasan dasar sudah panutan
BalasHapusTerimakasih bg
HapusAlhamdulillah bu, makasih ya Bu atas ilmu yang telah ibu bagi kepada kami,saya minta doa ya Bu supaya ilmu yang ibu sampaikan kepada kami bisa mudah kami Terima dan mengerti,sehat selalu Ibu 😄
BalasHapusbanyak orang tidak menyadari sebenarnya ia adalah manusia
BalasHapusTerimakasih bg kritik nya doakan kedepannya supaya tulisan nya lebih baik dan bermanfaat
BalasHapusMantap👍
BalasHapusMantap
BalasHapusbaguss
BalasHapusKeren banget
BalasHapusHasinya bagus teruslah berkarya
BalasHapus